Hati-hati, Jangan Langsung Peluk Cium Jamaah Haji yang Tiba di Tanah Air

Seperti yang diberitakan pada website resmi Kemenag Aceh, Tim medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh menekankan kepada keluarga penjemput jamaah haji untuk tidak sekali-kali langsung memeluk dan mencium jamaah haji yang tiba tanpa kenakan masker dan sarung tangan.

Hal tersebut dijelaskan dr Maya Sofia dan diaminkan wakil ketua I PPIH dr H Hanif yang juga Kadiskes Aceh. Dia menjelaskan bahwa gejala MERS masih ada di Arab Saudi. Virus coroana Middle East Respiratory Syndrome (MERS), penyerang organ pernafasan yang bisa saja ‘melekat’ pada jamaah.

Dr Maya juga mengajak panitia untuk mengkonsumsi multivitamin sebelum beraktivitas. “Semua suplemen bisa dibeli sendiri, tapi kalau sarung tangan dan masker ada sama panitia kesehatan,” ucapnya.

“Terutama pekerja lepas (Porlep) yang mengangkat koper orange, maunya usai kerja langsung cuci tangan, kalau bisa mandi,” saran dr Maya.

Sesuai dengan jadwal, jamaah haji Kloter 1 Debarkasi Aceh (BTJ-01) akan mendarat dini hari, Selasa (26/9), pukul 02.45 WIB.

Menurut Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh, H Abrar Zym, SAg, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 2201, berangkat dari Bandara Internasional Amir Muhammad Abdul Aziz (AMAA) Madinah Senin hari ini (25/9), pukul 14.45 Waktu Arab Saudi (WAS). Diperkirakan pesawat akan tiba Selasa pagi pukul 02.45 WIB.

Dari bandara, jamaah akan menuju debarkasi haji untuk penerimaan, pemeriksaan dokumen, kesehatan, penyerahan air zam zam dan lainnya. Setelah dinyatakan clear, sehat, barulah jemaah boleh ketemu sanak kelauarga yang jemput. “Sampai sekarang informasi yang kita terima jemaah kita normal dan aman. Hanya saja tetap harus waspada,” tambahnya.

Untuk Kloter 1, jamaah berasal dari Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, dan Banda Aceh. (ak/gi)

author

Author: