Keluhan Pendek Hidup Mati Musik Aceh

Gubuk Info

Kreatifitas musisi Aceh memang tidak semua dalam kondisi bobrok. Ada beberapa komunitas atau kelompok musik Aceh yang masih mau membangun musik Aceh harus dibawa kemana. Namun kalau dilihat dari pasaran, malah kreator-kreator musik yang hanya mengcopy paste yang menjadi idola masyarakat Aceh saat ini. Ini jelas penyakit yang akan menular dan akan turun menurun ke anak cucu bangsa Aceh.

Lihat saja, hampir diseluruh warung kopi atau tempat pangkas rambut, masyarakat yang menikmati musik  Aceh lebih menyukai lagu yang sudah pernah dipopulerkan oleh artis nasional bahkan internasional. Mungkin, karena mudah dihafal dan sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Kondisi ini juga disebabkan oleh gampangnya ‘musisi’ tertentu berkarya dengan mengharapkan dana tanpa kualitas.

Wah, sepertinya mudah sekali menjadi seorang musisi Aceh. Pelan-pelan masyarakat Aceh akan terbiasa menikmati karya  hasil curian si ‘musisi.’ Bukankah mencuri itu dilarang? Nah, kalau kita semua sadar bahwa yang kita “konsumsi” selama ini haram, sudah sepatutnya kita membuangnya ke tong sampah. Biarkan lalat dan kecoa yang mencicipinya. Atau kita salah satu dari mereka?

Busyet deh, semoga menjadi pelajaran bagi penulis dan bagi pembaca semua.

****

Rate this article!
author

Author: